Register       Sign In
KADIN DKI Jakarta - Logo KADIN DKI Jakarta
Columns Info All Columns All Columns Domestic Columns Domestic Columns Foreign Columns Foreign Columns
Created: 21 Apr 2014 10:07:50 Rated: Viewed: 3264 time(s)

MARET 2014 DKI JAKARTA MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,19 %

INFLASI, EKSPOR IMPOR, PARIWISATA DKI JAKARTA-INFLASI, EKSPOR IMPOR, PARIWISATA DKI JAKARTA

 


Maret 2014 harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,19%, lebih rendah dibanding inflasi bulan Februari tahun 2014 sebesar 0,50%, sementara laju inflasi Tahun 2014 mencapai 1,74% dan laju inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta sebesar 7,53%.

Inflasi bulan Maret ini disebabkan kenaikan harga pada kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,75%; Transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,34%; kesehatan 0,06%; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05%; bahan makanan 0,04%; dan pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,03%. 

Selain kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan terdapat juga kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu pada kelompok Sandang yang turun sebesar -0,20%.

Sementara jika dilihat dari komoditi penyumbang inflasi terbesar terdapat pada komoditi:  beras (0,1267%); angkutan udara (0,0534%); rokok kretek (0,0297%); rokok kretek filter (0,0253%); rokok putih (0,0183%); anggur (0,0178%); mobil (0,0166%); mie (0.0161%); bawang merah (0,0133%); bensin (0,0129%); cabai rawit (0,0124%); bahan bakar rumah tangga (0,0098%); minyak goring (0,0080%); bawang putih (0,0078%); dan susu bubuk (0,0075%).

EKSPOR IMPOR
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan Februari 2014 mencapai 3.842,99 juta dollar Amerika, meningkat 2,83% dari nilai ekspor bulan Januari 2014 yang mencapai 3.737,40 juta dollar Amerika. Jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2013, nilai ekspor bulan Februari tahun 2014 lebih tinggi 2,58%. 

Sementara nilai ekspor produk DKI Jakarta bulan Februari 2014 mencapai 892,84 juta dollar Amerika, meningkat 3,41% dari nilai ekspor bulan Januari 2014 yang mencapai 863,36 juta dollar Amerika, lebih rendah 0,0001% dari nilai ekspor bulan februari tahun sebelumnya.

Kontribusi nilai ekspor produk DKI Jakarta terhadap total nilai  ekspor yang melalui DKI Jakarta pada bulan Februari mencapai 23,23%, naik 0,13 poin dari kontribusi bulan sebelumnya yang mencapai 23,10%.
  
Ekspor menurut kawasan, yang terbesar adalah kawasan Asia yaitu 37,40% meningkat 6,71 poin dari market share kawasan Asia bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 30,69%. Namun lebih rendah 0,96 poin jika dibandingkan bulan Januari 2014 yang mencapai 38,36%. 
Bulan Februari lima Komoditi unggulan ekspor produk non migas DKI Jakarta mengalami peningkatan dibanding bulan Januari 2014, yakni terdapat pada komoditi: perhiasan/permata 17,87 juta dollar Amerika; mesin-mesin/ pesawat mekanik 12,39 juta dollar Amerika; mesin/ peralatan listrik 9,75 juta dollar Amerika; kendaraan dan bagiannya 6,96 juta dollar Amerika; lemak/minyak hewan/ nabati 2,26 juta dolar Amerika. 

Sementara Komoditi yang mengalami penurunan, yakni: tembaga 6,26 juta dollar Amerika; barang-barang rajutan 4,01 juta dollar Amerika; ikan dan udang 2,17 juta dollar Amerika; pakaian jadi bukan rajutan 0,69 juta dollar Amerika; dan sabun dan preparat pembersih 0,24 juta dollar Amerika.

Impor melalui DKI Jakarta bulan Februari 2014 mencapai 6.432,49 juta dollar Amerika, menurun 11,52% dari nilai impor bulan Januari 2014. Demikian juga jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2013, nilai impor bulan Februari 2014 lebih rendah 10,05%.

Berdasarkan golongan penggunaan barang atau Broad economic Category, nilai impor Januari – Februari 2014 mengalami peningkatan 12,19% dibandingkan dengan Januari- Februari 2013 untuk golongan penggunaan barang konsumsi. 

Sementara untuk barang bahan baku dan penolong mengalami penurunan 5,84% dan barang modal menurun 8,77%. Dari ketiga jenis golongan tersebut, proporsi terbesar adalah nilai impor bahan baku & penolong yaitu 66,06%.

PARIWISATA
Jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (wisman) ke Jakarta melalui 3 pintu masuk Soekarno-Hatta, Tanjung Priok, dan Halim Perdanakusumah pada bulan Februari 2014 mencapai 185.851kunjungan, mengalami penurunan sebesar 3,71% dibandingkan kunjungan Wisman bulan Januari 2014 yang mencapai 193.017 kunjungan. Begitu juga jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun 2013, jumlah kunjungan wisman bulan februari 2014 lebih rendah sebesar 0,84%. 

Kunjungan wisman dilihat dari asal kebangsaan yang berkunjung ke Kota Jakarta pada bulan Februari 2014 yang paling dominan adalah Mlaaysia 25.978 kunjungan; China 24.704 kunjungan; Jepang 17.622 kunjungan; Singapura 14.674 kunjungan; Korea Selatan 8.724 kunjungan; Saudi Arabia 8.312 kunjungan; Amerika Serikat 6.849 kunjungan; Taiwan 5.635 kunjungan; India 5.607 kunjungan; dan Australia 5.576 kunjungan.

Dilihat dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan Februari 2014 mencapai 54,67%, meningkat sebesar 1,12 poin dibanding TPK bulan Januari 2014 yang mencapai 53,55%. Namun jika dibandingkan dengan TPK bulan februari 2013 yang mencapai 56,89%, TPK bulan Februari 2014 lebih rendah 2,22 poin. 

Sementara rata-rata lamanya tamu asing dan Indonesia menginap di hotel berbintang pada bulan Febaruai 2014 mencapai 0,24  meningkat 0,06 poin hari jika dibandingkan dengan rasio bulan Januari 2014. Namun jika dibandingkan dengan rasio bulan yang sama tahun lalu, rasio tamu asing terhadap tamu Indonesia pada bulan februari 2014 mengalami penurunan sebesar 0,05 poin. 
 
Rate this Columns:
Comments
10 May 2014 08:12:23 by Anita

Sangat bermanfaat 

Leave Your Comment
KADIN Provinsi DKI Jakarta (Jakarta Chambers of Commerce & Industry) © 2009
Jl. Majapahit No. 18 - 22, Jakarta 10610, Indonesia | Phone: 62-21-3808091, 3844533 | Fax: 62-21-3844549
Website: www.kadinjakarta.or.id | Email: sekretariat@kadinjakarta.or.id or kadinjkt@indosat.net.id